nerdsprod.com – Upacara Tabuik adalah tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Pariaman, Sumatera Barat, untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein. Ritual ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram, yang dikenal sebagai hari Asyura dalam kalender Islam. Masyarakat setempat membuat dua menara besar yang disebut “tabuik”, yang terbuat dari bambu dan dihias dengan kain warna-warni.
Setelah selesai dibuat, tabuik diarak keliling kota oleh masyarakat dengan diiringi musik tradisional dan doa-doa. Puncak dari upacara ini adalah pelarungan tabuik ke laut sebagai simbol pengorbanan dan penghormatan kepada almarhum Hussein. Masyarakat percaya bahwa dengan melarung tabuik, mereka dapat memperoleh berkah dan keselamatan.
Selain sebagai bentuk penghormatan, upacara Tabuik juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi. Ritual ini menjadi ajang silaturahmi antarwarga, mempererat tali persaudaraan, dan melestarikan budaya lokal. Masyarakat Pariaman meyakini bahwa tradisi ini telah ada sejak abad ke-19 dan terus dilestarikan hingga kini.
Keunikan dari upacara Tabuik terletak pada perpaduan antara unsur budaya Minangkabau dengan ajaran Islam. Meskipun memiliki akar agama, ritual ini tidak hanya dilaksanakan oleh umat Muslim, tetapi juga diikuti oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Hal ini menunjukkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Upacara Tabuik bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan cerminan dari keberagaman budaya dan agama yang ada di Indonesia. Melalui tradisi ini, masyarakat Pariaman mengajarkan pentingnya menjaga warisan budaya dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.